5 Strategi Membangun Mental Juara

Motivasi | 5 Strategi Membangun Mental Juara

Motivasi | Training Motivasi | Motivator Indonesia | Coach Olympian Emas

Sahabat Juara,

Pengalaman saya dalam meng-coach pasangan Olimpian Emas Indonesia 2016 meninggalkan pertanyaan bagi sementara orang: saya ini coach apa? Pertanyaan itu wajar mengingat dalam dunia olahraga lazim dimengerti bahwa coach adalah pelatih olahraga itu sendiri.

Sementara anda bisa sambil membuka referensi tentang beda coach dalam dunia olahraga dengan coach dalam dunia bisnis, pengembangan diri, finansial, dll, anda mulai bisa bayangkan jika dalam perbedaan itu ada peran baru yang kemudian membawa kita untuk tidak mempersoalkan perbedaannya. Apa peran baru tersebut? Saya menyebutnya “mental coach”.

Coach olahraga umumnya bertugas melatih pemain menguasai aspek kecakapan (skill). Hal-hal teknis dilatihkan di sini: bagaimana menguasai alat tanding, bagaimana mengumpan, atau bagaimana memblokade serangan lawan. Fokus pelatihan ada pada kemampuan operasional.

Nah, peran saya unik. Saya mendampingi pemain dalam aspek mental. Aspek ini sangat penting supaya penguasaan teknis tidak menjebak pemain sebagai sekadar menjalankan tugas. Coaching mental merangkul mereka supaya punya alasan kuat untuk menang, menemukan makna besar ketika nanti memenangi pertandingan, dan punya ukuran spesifik tentang “berapa skor yang harus dicapai supaya layak disebut menang”. Dengan penguasaan aspek mental ini, aspek teknis menjadi semakin kokoh.

Ada 5 strategi untuk membangun mental juara yang saya kenalkan ke para pemain tersebut. Strategi ini sangat layak diadaptasikan ke dalam bisnis maupun pribadi anda sebagai juara:

  1. Tingkatkan rasa PERCAYA DIRI. Atlet olahraga terkondisi bertanding dalam iklim kompetisi yang sangat ketat. Lawan tanding mereka adalah orang-orang dan tim yang haus kemenangan. Tak jarang atlet juara tumbang di tengah jalan karena mereka dihantui ketidakpercayaan untuk mempertahankan gelar juara. Padahal secara skill mereka tak perlu diragukan. Maka, setiap atlet wajib untuk mengakses sikap juara setiap kali mau bertanding. Lebih dari 80% kemenangan ditentukan oleh keyakinan SIAP MENANG sebelum memasuki arena pertandingan.
  1. FOKUS PADA KEKUATAN. Di pertandingan olahraga ada juga “perang harga” (price war competition), yakni “lu jual gua beli”. Kalau di bulutangkis, lawan menggiring kita untuk mengikuti pola permainannya. Caranya, lawan meladeni apa pun pemberian kita: volley diladeni volley, rally dibalas rally… sampai lawan menemukan titik lemah kita. Di situlah mereka melancarkan smash tajam.
  1. Pertandingan olahraga itu metafora yang sempurna untuk mengilustrasikan kehidupan lebih luas. Salah satunya tentang bagaimana bersikap tetap POSITIF dan ANTUSIAS meski kondisi ekonomi sedikit melambat. Di olahraga, khususnya bulutangkis, pertandingan bisa berjalan sangat lambat, terlebih ketika masing-masing dalam posisi bertahan. Tidak ada yang menyerang. Yang ada saling menunggu ada yang teledor melakukan kesalahan. Ini sangat menjemukan. Atlet hebat sekalipun bisa jatuh mental jika terlarut dalam pertandingan yang berlarut-larut.
  1. Ubah MINDSET dari seorang self employee menjadi seorang business owner. Jika atlet hanya menempatkan diri sebagai pemain, maka dia sekadar menjalankan tugas menyelesaikan pertandingan. Perlu dinaikkan levelnya sebagai business owner, yakni pemilik pertandingan. Sebagai pemilik, atlet punya visi dan misi yang luhur di atas kemenangan yang harus dicapai: kejayaan tim, kebanggaan bangsa, dan reputasi di kancah dunia. Bahwa peran sebagai pemain itu besar bagi banyak pihak: pelatih, sponsor, penonton, media, dll. Bahwa kemenangan mereka bisa mengubah nasib banyak pihak menjadi lebih baik: ada rantai bisnis yang mereka hidupi dari kemenangan yang diraih. Pemain yang seperti ini biasanya beroleh penghargaan besar.
  1. UPGRADE YOURSELF. Pemain sekampiun apa pun—ini hebatnya dunia olahraga—tak pernah abai untuk berlatih. Usai membopong trofi kemenangan pun, keesokannya sudah kembali ke arena latihan untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya. Harus latihan! Otot dan otak juara harus dijaga supaya kemenangan kembali bisa diraih. Di bisnis, SDM sehebat apa pun wajib meng-upgrade diri, pengetahuan, wawasan, dan kompetensi diri untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terus terjadi. Training dan coaching adalah cara untuk upgrading

Bagaimana? Sudah semakin siap menjadi juara? Ingat 5 strategi yang sudah dibuktikan kesuksesannya oleh klien-klien besar saya ini.

Untuk mengundang Putera Lengkong sebagai “sparring partner” belajar meningkatkan Motivasi dan pengembangan diri Anda serta tim Anda, dapat langsung menghubungi 021-2932-1243 dan 0813-1009-2248.

Salam juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Comments

  1. Menginspirasi pak

    Kebanyakan kemenangan berasal dari pikiran pemain.
    Pemenang dalam pertandingan ditentukan seberapa besar Mental Juara yang dimilikinya
    Biasa penyemangat sebagai pendukung (suporter) agar mental juara Sang Atlet meningkat dan block mental terkikis.

    Mengenai hal itu, saya pernah membaca sebuah buku breaking your mental block (klo ngak salah seperti itu judulnya).

    Sekedar silaturrahmi pak…
    BTW, Saya juga hobi membaca…
    Bagaimana cara saya order ” Buku Strategi 3M” secara onlinenya (ijin bookmark, barangkali ada jawabannya)

    Sebelumnya, Terima Kasih telah inspirasinya.

    1. Salam kenal kembali Ibu Wida

      Mohon maaf baru di balas, karena web baru saja di update.

      Terima kasih atas feedback yang ibu berikan atas artikel saya.

      Untuk pemesanan buku bisa chat WA ke 081310092248 ,akan di bantu dengan tim saya

      Terima kasih, sukses selalu Bu Wida

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *