Bahaya Menjadi Juara!

Leadership | Bahaya Menjadi Juara!

Leadership | Motivasi | Motivator Indonesia | Pembicara Seminar

Salam Juara!

Menjadi juara itu dambaan siapa pun yang bertanding. Juga dambaan pelatih dan tentu saja keluarga sang juara. Juara itu membanggakan.

Oleh karena itu, kompetisi apa pun yang serius selalu mempertunjukkan bagaimana ketatnya persaingan para kontestan. Juga betapa menegangkan bagi penonton. “Bola itu bundar” sudah menjadi adagium umum; juara tak selalu juara. Juara bisa sewaktu-waktu terjerembab. Sebaliknya, penantang bisa memenangi pertandingan menjadi juara. Bahkan, tak jarang peserta yang sama sekali tak diperhitungkan tiba-tiba merebut trofi kemenangan.

Pada tulisan sebelum ini berjudul “Otot Juara Itu Bisa Dilatih”, saya sudah berbagi banyak tentang bagaimana menjadi juara hanya dengan memvisualisasikan ulang bagaimana menjadi juara di pertandingan sebelumnya. Berpengalaman mendampingi tim meraih kejuaraan di level internasional, saya semakin meyakini kekuatan visualisasi ini. Seperti saya sebutkan,  latihannya juga melibatkan memori otot (muscle memory), untuk mengimbangi memori otak (mind memory) yang oleh kebanyakan orang terlalu dominan dilatih.

Keyakinan ini mudah sekali dibuktikan. Selain saya sendiri sudah berulang kali membuktikan kepada tim yang saya latih, anda bisa melatihnya sendiri. Namun, sebelum anda melakukannya, saya mau ingatkan di balik kehebatan visualisasi untuk mengulang kondisi juara tersebut, ada bahaya yang mengintai di belakang.

Betul bahwa repetisi bermanfaat memperkuat jalur saraf sehingga menjadi juara kedua dan seterusnya lebih mudah karena jalurnya sudah dibuka dan pernah dilewati. Semakin sering juara, dan semakin sering mengulang proses menjadi juara tersebut maka kemungkinan mleset dari panggung kemenangan sangat tipis. Akhirnya juara menjadi tak bermakna apa-apa.

Nah, ini bahayanya. Ketika anda sudah kerap menjadi juara, masih adakah rasa “deg-degan”, tegang, dan kemudian lega ketika benar-benar menjadi juara? Rasanya sudah beda. Kemenangan pertama masih disambut gegap-gempita. Tapi kemenangan yang kelima dan selebihnya sudah tak dirayakan  secara semarak.

Lengah dengan situasi itu, terjungkal dari panggung kemenangan tinggal menunggu momentum. Ketika juara sudah bukan motivasi utama, dan menang sudah tak begitu membanggakan, maka pergerakan otot pun mulai melemah, bahkan lenyap sama sekali. Tahu-tahu kalah.

Saran saya, juaralah secukupnya! Jangan berulang-ulang juara. Tiga kali saja sudah cukup. Lalu, apa yang dicari dalam pertandingan kalau tidak menjadi juara?

Sebentar, yang distop bukan menjadi juaranya. Yang distop adalah berulang-ulang juara di kategori atau kelas yang sama. Naikkan kelas dengan menjadi juara di kategori yang lebih tinggi. “Lalu bagaimana memvisualisasikannya? Saya belum pengalaman di kelas itu.”

Tidak sulit. Lakukan pola visualisasi yang sama. Bedanya, sekarang dan seterusnya, visualisasikan bagaimana mereka yang sudah juara di kelas yang lebih atas dari anda mencapai prestasi itu. Tonton video pertandingan mereka. Baca ulasan mereka di media massa atau buku. Simak bagaimana mereka berlatih, bersikap selama pertandingan, hingga jurus-jurus maut mereka dalam memenangi pertandingan. Setelah itu, bayangkan anda menjadi mereka. Rasanya menjadi juara itu. Lalu ulang lagi dalam sikap anda sudah menjadi juara baru di kelas yang lebih tinggi.

Metode ini bisa anda terapkan di berbagai bidang kehidupan, tak hanya di olahraga, namun juga di pekerjaan apa pun yang anda tekuni. Dengan metode ini, ketika anda dipromosikan dari manajer menjadi GM atau direktur, anda tidak perlu mengelak “belum berpengalaman”. Sediakan sedikit waktu sebelum mengiyakan promosi jabatan tersebut, lalu visualisasikan bagaimana orang-orang terbaik pernah menduduki jabatan tersebut, maka ketika anda mengiyakan anda tinggal melangkah sesukses pejabat sebelumnya—bahkan lebih berprestasi lagi.

So, saya garis bawahi, setelah terbiasa mengulang sukses diri anda sendiri saat menjadi juara sebelumnya, mulailah untuk mengulang sukses orang lain supaya anda layak menjadi sama atau lebih dari orang sukses tersebut. Jika ini tidak anda lakukan, anda akan terjebak pada status juara yang kadaluarsa.

Untuk mengundang Putera Lengkong sebagai “sparring partner” belajar Leadership dan pengembangan diri anda serta tim anda, adan dapat menghubungi 021-2932-1243 dan 0813-1009-2248, SEKARANG!

Salam Juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *