Buruh Patuh pada Pemimpin yang Berpengaruh dan Hadir Utuh

Leadership | Buruh Patuh pada Pemimpin yang Berpengaruh dan Hadir Utuh

Leadership | Hari Buruh 2017 | Motivator Leadership | Training Leadership

Sahabat Juara,

Selamat merayakan Hari Buruh 1 Mei! Kita bersyukur bahwa pemerintah memberi kita libur setiap tanggal ini. Kita tidak bekerja selama sehari. Apa maknanya? Kita diajak mensyukuri hari yang telah lewat: apa yang sudah kita kerjakan. Sekaligus, kita juga diajak merenung: apa yang akan kita kerjakan esok.

Buruh bukan saja mereka yang bekerja kasar di bagian produksi. Setiap pekerja di perusahaan adalah buruh. Bahkan direksi, yang bukan pemilik, adalah buruh. Artinya, buruh adalah elemen berharga di perusahaan. Dari bawah sampai atas digerakkan oleh buruh. Tanpa buruh, macetlah semua.

Maka, di Hari Buruh ini saya ingin mengajak sahabat sekalian untuk melihat kembali potret buruh dalam bingkai besar bisnis dan industri. Potret buruh ini potret kita!

Salah satu kerisauan investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia adalah kebebasan berpendapat yang berlebihan. Buruh kita dikenal suka demo. Tuntutannya sih tidak jauh-jauh dari isu kesejahteraan ekonomi: naikkan upah minimal (UMR/UMP). Aksi turun ke jalan mereka umumnya digerakkan oleh perwakilan buruh yang tergabung di serikat pekerja. Artinya, mereka beraksi karena ada yang menggerakkan; mereka berani karena tidak sendiri; mereka berani karena ada yang berani menjadi tameng di depan.

Baik, kita lihat ini sebagai pembalajaran positif. Bahwa leadership ada dalam masyarakat perburuhan. Artinya, di antara mereka yang pekerjaan sehari-harinya mekanistis ada sebagian yang dipercaya menyuarakan aspirasi. Orang-orang yang dipercaya ini tentu bukan sembarang orang. Jika mereka bisa menggerakkan ratusan hingga ribuan buruh, tentu mereka tak sekadar pintar berkoar-koar dengan pengeras suara. Kalau hanya itu mungkin mereka hanya dianggap angin lalu belaka.

Para pengorganisir itu tentulah orang yang paham manajemen. Mereka bisa mengelola “isu yang menyatukan”, mereka bisa menggerakkan orang, mereka juga bisa menghitung implikasi dari gerakan mereka, termasuk bagaimana mengungkit gerakan mereka lewat publikasi di media massa. Artinya, mereka adalah buruh plus.

Di sisi manajemen, yakni pihak yang kerap menjadi sasaran demonstrasi, tentu juga ada potret kepemimpinan mereka. Banyak demo yang berujung ricuh karena ketidakcekatan manajemen mengelola tuntutan. Juga akibat kegagalan penuntut bernegosiasi. Buntu, emosi yang meluap.

Sebaliknya, banyak demo yang berakhir damai, bahkan dengan kesepakatan yang dinilai menguntungkan banyak pihak. Biasanya, karena setiap pihak mau duduk dan berbicara dalam bahasa yang empatik. Masing-masing tahu perannya, paham tuntutannya, sekaligus bisa menempatkan diri sebagai pihak lain. Dialog seperti ini pasti berkat orang-orang yang memiliki kemampuan leadership tinggi.

Perusahaan-perusahaan yang selalu bebas dari unjuk rasa buruh juga patut ditengok potret kepemimpinan mereka. Dalam amatan saya terhadap perusahaan-perusahaan klien, mereka yang bisa mengelola buruh secara harmonis umumnya karena sadar betul keberlangsungan bisnis mereka sangat disumbang oleh kesediaan buruh bekerja dalam suasana yang tenang. Buruh bisa tenang juga karena manajemen bisa menenangkan mereka. Apa saja sejatinya ketenangan yang dibutuhkan buruh? Selain upah yang layak, status yang pasti, dan jaminan kesejahteraan lainnya, buruh menjadi tenang ketika manajemen perusahaan dikendalikan oleh pemimpin yang mampu menunjukkan arah yang sama-sama mau dicapai. Dan mau bekerja keras mengawalnya. Keteladanan, bagaimana pun, adalah syarat mutlak seorang pemimpin bisa dipercaya, termasuk dipercaya oleh buruh.

Lewat apa pemimpin bisa dipercaya oleh sesama buruh?

Pertama, tunjukkan kerja anda. Tidak ada cara lain untuk bisa dipercaya selain satunya kata dengan perbuatan. Sebagai pemimpin, penting bagi anda menunjukkan bahwa anda bekerja. Penting juga membuktikan bahwa hasil dari kerja itu bukan hanya anda nikmati melainkan dinikmati seluruh buruh secara adil—sesuai kontribusi masing-masing.

Kedua, komunikasikan secara terbuka. Apalagi sekarang, ketika teknologi informasi semakin terbuka dan teknologi komunikasi makin canggih, buruh bisa mengakses informasi tentang perusahaan anda, termasuk apa yang anda kerjakan, dengan berbagai cara. Adalah riskan jika buruh mengetahui kinerja perusahaan pertama-tama dari pihak luar. Alangkah lebih baik jika mereka pertama-tama tahu informasi tentang dinamika di perusahaan dari manajemen sendiri.

Ketiga, puji dan hargai tim. Era digital mengubah cara memperlakukan orang. Media sosial mengenalkan budaya baru dalam menghargai orang langsung: puji secara langsung dan terbuka. Menunda pujian bukan pilihan yang tepat sekarang. Cukup penghargaan besar saja yang diumumkan di acara ulang tahun kantor, yang setahun sekali itu. Sedangkan prestasi-prestasi kecil langsung umumkan secepatnya. Sebab, bukan besarnya penghargaan yang menjadikan buruh merasa berharga, melainkan perhatian itu sendiri sudah merupakan penghargaan besar. Setiap penghargaan yang disampaikan secara tulus, transparan, dan disampaikan di depan khalayak sama dengan suntikan semangat yang besar perannya dalam mendorong kinerja buruh lebih besar lagi.

Bagaimana? Sudahkah anda mengenali nilai-nilai kepemimpinan di perusahaan anda? Dan sudahkah anda miliki semangat leadership itu sebagai pemimpin? Selamat Hari Buruh!

Untuk mengundang Putera Lengkong sebagai “sparring partner” belajar dan pengembangan diri anda serta tim anda di bidang LEADERSHIP, anda dapat menghubungi 021-2932-1243 dan 0813-1009-2248, SEKARANG!

Salam Juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *