Eagle, Rahasia Kesetiaan Sang Juara Melampui Badai

Sales | Eagle, Rahasia Kesetiaan Sang Juara Melampui Badai

 

Sales | Motivator | Leadership | Trainer Sales

 

 

 

 

 

 

 

 

Sahabat JUARA,

Merawat (retention) beda tantangan dengan mendapatkan (acquition). Ya, beda tantangan. Tidak selalu lebih sulit asal tahu caranya.

Sebagai sales, kita tentu paham persamaan dan perbedaan keduanya. Kita tidak boleh semaunya memilih “hanya mau mendapatkan pelanggan baru” tanpa mau mempertahankan pelanggan lawas. Pun kita tidak akan mengalami alih generasi pelanggan jika “hanya mau merawat pelanggan lama” tanpa mau mencari dan mendapatkan pelanggan baru.

Keduanya penting. Keduanya harus terus dilakukan. Sebab, masing-masing menyumbangkan peran besar dalam penjualan kita. Pelanggan lama membuat bisnis kita stabil, pelanggan baru menantang bisnis kita untuk selalu dinamis.

Kali ini saya mau berbagi tentang bagaimana merawat pelanggan lama. Ini kisah saya dengan salah satu klien paling tangguh saya: Eagle. Barangkali sesuai namanya, perusahaan ini menjiwai betul 9 karakter elang ini:

  • Kepemimpinan yang brilian: selalu berupaya keras menemukan strategi baru
  • Pantang menyerah, sebesar atau sekuat apa pun lawan
  • Bervisi kuat: tahu sasaran yang tersembunyi sekalipun dari kejauhan
  • Fokus pada keberhasilan
  • Tenang di ketinggian, gesit di permukaan
  • Bergerak dalam senyap
  • Menyukai dan memanfaatkan badai
  • Mencintai anak-anaknya dengan menggembleng mereka
  • Mau undur diri untuk hidup baru

Sebagian akan saya ceritakan dalam tulisan pendek ini. Sebagian anda bisa membayangkan apa yang mereka kerjakan dan tidak saya ceritakan. Sembari itu, anda boleh mulai bayangkan, perubahan apa yang akan terjadi pada anda, pada tim anda, dan pada perusahaan anda, jika semangat Eagle ini anda terapkan bersama Motivator Juara yang anda percaya, sekarang.

CEO PT GF Indonesia (Eagle) OK Kim saya kenal baik. Kami sudah akrab satu sama lain. Tanda-tanda kedekatan kami adalah hilangnya batas “hitung-hitungan”. Di antara kami sudah terjalin persahabatan yang melampaui kepercayaan. Kami sudah seperti satu kawanan—dalam bahasa elang—yang searah membidik pasar.

Tak terbilang saya diundangnya makan siang. Saya selalu mengiyakan undangannya. Jika pun saya tidak bisa karena jadwal yang padat, saya selalu menawarkan waktu pengganti. Dan kami selalu klop.

Makan siang bersamanya sungguh momentum berharga. Kim pribadi yang murah hati. Ia suka berbagi informasi penting dan terbaru. Sebagai balasan, saya pun enteng saja jika di sela-sela makan siang itu memberikan sesi coaching kepada timnya. Bukan kebetulan, makan siang juga ia jadikan ajang berharga untuk mengumpulkan distributor.

Sekali lagi saya tandaskan, tidak ada hitung-hitungan di antara kami. Ia mengundang saya dengan tulus, saya pun menyambutnya dengan gembira. Saya percaya, lewat kedekatan seperti itu, kami bisa saling memahami. Tanpa dia minta, lewat mendengarkan ceritanya, saya jadi paham apa yang dibutuhkan perusahaannya. Sebaliknya, tanpa saya presentasi program secara khusus, lewat mendengarkan ceritanya, Kim menilai saya antusias memahami kebutuhan perusahaannya.

Jadilah ini rahasia di balik kesetiaan Eagle mengundang saya sejak 2012. Setiap mereka menggelar pertemuan nasional distributor, yang setahun bisa dua kali, saya yang dipilih memberikan motivasi. Pernah suatu kali saya berhalangan, lalu mengutus associate partner untuk menggantikan. Meski puas—karena saya menerapkan standar tinggi untuk kualitas associate partner, namun di kesempatan berikutnya mereka tetap mengundang saya sebagai pemateri.

Kata mereka, Eagle sudah cocok dengan Putera Lengkong. “Bahasanya mudah dipahami, metodenya praktis diaplikasikan, dan selalu relevan dengan bisnis kami,” testimoni mereka suatu ketika. Beberapa ide saya mereka terapkan dalam bisnis. hasilnya?

Ketika pasar retail sepatu nasional turun 10%, penjualan Eagle malah naik 12%. Kim menyebutkan, yang ia lakukan sederhana, “Maintain distributor, outlet, dan pelanggan.” Tentu, me-“maintain” tidak sesederhana yang ia ucapkan. Kim menerapkan betul 9 karakter elang memimpin Eagle.

Ketika penjualan nasional turun 10%, yang Kim lakukan adalah merangkul distributor dan outlet untuk minimal bertahan di ketinggian dan jangan sampai jatuh. Saat tenang di ketinggian itu, ia yakinkan mereka bahwa jauh di depan ada pintu keberhasilan. Syaratnya hanya satu, tembus badai itu dengan kunci keyakinan sebagai juara. Di saat-saat sulit, Kim merangkul mereka dengan cinta seekor induk kepada anak-anaknya. Dan benar, anak-anak yang direngkuh dengan sempurna, ketika badai berlalu, akan terbang lebih gesit memenangi pertandingan.

Sembari menyimak data-data keberhasilan perusahaannya, saya mencatat, keberhasilan Kim menakhodai timnya, dan akhirnya berhasil mempertahankan kepercayaan pelanggan, adalah berkat kesediaannya untuk merawat tim. Salah satunya lewat forum-forum non formal makan siang.

Saya pun kemudian juga makin meyakini kenapa Kim dan Eagle selalu memilih saya, salah satunya, karena saya selalu hadir memenuhi undangan makan siang mereka. Sebab, dari cerita saya ini, kita jadi tahu kan, ternyata di antara makan siang yang mereka helat, adalah makan siang di tengah badai. Dan saya hadir bersama mereka di tengah badai itu.

Benarlah petuah ini: barang siapa setia menemani di kala badai, ia boleh turut bersulang merayakan JUARA.

Untuk mengundang Motivator Putera Lengkong sebagai Pembicara Training Salesmanship di perusahaan anda silakan hubungi 021 2932 1243 atau 0813 1009 2248.

Salam Juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *