Auditory

Musik, jembatan keledai, vokal

Experiential Learning

Salah satu metode pembelajaran yang memberikan daya impact yang besar adalah dengan belajar dari pengalaman (experiential learning). Peserta melakukan terlebih dahulu tugas yang diberikan dan belajar mengambil manfaat dari pengalaman dan keseluruhan proses melakukan tugas tersebut. Tugas/ aktivitas/ simulasi diberikan sesaat sebelum konsep tentang materi tersebut disampaikan.

Interaksi

Orang belajar lewat interaksi dengan orang lain. Mereka mendapat ide, pengetahuan, ataupun pengalaman baru baik dari trainer maupun dari peserta lainnya. Hal ini yang kami encourage untuk dilakukan dalam setiap kelas kami sehingga peserta bisa belajar lebih banyak dan efektif.

Tantangan

Orang termotivasi oleh suatu tantangan. Berdasarkan prinsip ini kami menantang peserta untuk mengumpulkan “hadiah” berupa sticker sebanyak-banyaknya selama proses pembelajaran. Peserta belajar lebih banyak karena ada tanya jawab, tertantang untuk memperoleh “hadiah”, dan sekaligus membentuk tim yang lebih solid (semangat kebersamaan). Ketika mereka menikmati proses pembelajaran, mereka akan belajar lebih banyak dan lebih efektif.

Visual

Gambar, video, mindmapping

Semi-coaching

Orang dewasa sudah mempunyai sumber daya yang terbentuk lewat bertahun- tahun pembelajaran dan pengalaman sehingga yang kami lakukan adalah men- challenge sekaligus memfasilitasi dan melengkapi sumber daya tersebut dengan metode semi-coaching. Men-challenge peserta untuk berpartisipasi, berdiskusi, dan mengemukakan ide-ide mereka membuat mereka belajar lebih banyak dan efektif dalam komitmen karena ide-ide tersebut datangnya dari mereka.

Kinaesthetic

Aktivitas, simulasi, games, diskusi, tanya jawab

Neuro-Linguistic Programming

Ilmu yang mempelajari proses manusia berpikir dan berperilaku, termasuk mempelajari ekselensi (kehebatan) manusia.