Jika Jujur Itu Penting, Bagaimana Melatih dan Mengkomunikasikannya?

Motivasi | Jika Jujur Itu Penting, Bagaimana Melatih dan Mengkomunikasikannya?

Motivasi | Training Motivasi | Motivator Indonesia | Pembicara Seminar

Ajaran terbaik dari setiap orang tua itu sederhana: jujur. Seperti anda, saya pun mendapatkan ajaran ini sedari saya kecil. Mungkin malah sedari saya belum menyadari ajaran itu, yakni ketika saya masih dalam kandungan.

Ajaran sederhana ini di kelak kemudian hari menjadi tidak sederhana. Hidup tak semudah yang diajarkan. Ada banyak hal yang membenturkan kita untuk tetap berpegang pada ajaran itu atau berpaling? Jika berpaling, apakah ada ajaran yang lebih baik dari itu? Jika ada yang lebih baik, apakah ajaran baik sebelumnya itu kemudian kita tinggalkan begitu saja?

“Jujur, tidak mudah mengatakannya.” Pernahkah anda mendengar pernyataan ini dari seseorang? Apa yang anda pikirkan ketika orang tersebut mengawali pernyataannya dengan kata “jujur”? Mungkin anda berpikir jika seseorang mengatakan, dan apalagi mengulang-ulang, kata “jujur”, bisa jadi sebelumnya ia tidak jujur. Lalu anda kecewa, merasa bahwa sebelumnya anda dikelabui.

Jadi dilematis. Perlukah mengatakan “jujur” untuk mengatakan kejujuran? Tidak bisakah kejujuran dinyatakan begitu saja tanpa embel-embel “jujur” dan orang tetap percaya bahwa kejujuran yang dikatakan itu sungguh jujur?

Sahabat Juara,

Topik jujur dan kejujuran ini melintas begitu saja pagi ini. Ada dua arah yang saya pandangi ketika menuliskan ini. Arah pertama ke dalam, kepada diri sendiri, sudahkah saya selalu menjaga sikap untuk selalu jujur tentang apa pun dan kepada siapa pun? Arah kedua ke luar, ke lingkungan sekitar, sudahkah saya beroleh energi kejujuran dari orang-orang dan organisasi yang selama ini berinteraksi dengan saya? Jauh ke depan… sudahkah kejujuran menjadi nilai keutamaan bangsa ini?

Ke dalam, kepada diri sendiri, saya selalu mengecek dan memastikan bahwa ketika mengerjakan apa pun, mau bertemu dengan siapa pun, dan kapan pun, saya selalu berpegang pada prinsip kejujuran ini. Sebagai Motivator Juara, setiap berangkat mengisi seminar motivasi, saya selalu menatap diri baik-baik di depan cermin. Kepada diri saya sendiri saya selalu memastikan bahwa saya benar-benar pantas menghadirkan diri saat itu; bahwa materi yang saya sajikan sungguh saya kuasai; bahwa saya total hadir 100%.

Sikap ini sangat penting bagi saya. Tidak setiap saat saya dalam keadaan fit, baik fisik maupun mental. Lelah fisik akibat kesibukan sangat sering menerpa saya. Tantangannya: klien berikutnya tak boleh menanggung kelelahan saya dari perjumpaan dengan klien sebelumnya. Mereka berhak menemui saya dalam keadaan fit 100%. Juga dalam hal mental. Peserta seminar berikutnya tak boleh kecipratan masalah saya di kelas seminar sebelumnya. Mereka berhak menjumpai saya tampil 100% antusias!

Lalu, apa yang saya lakukan? Yang terutama adalah menyadari. Saya ukur kesiapan. Jika kesiapan saya baru 80%, saya berdialog dengan diri sendiri supaya dalam waktu cepat bisa menambah 20% supaya bisa sungguh siap 100%. Syukur, upaya ini selalu berhasil. Dialog-dialog kecil yang selalu saya lakukan setiap mau masuk kelas rupanya mendapatkan respons positif dari pikiran, tubuh, dan perasaan saya.

Bagaimana itu bisa terjadi? Karena saya jujur. Dan, karena saya mengizinkan beban itu tinggal sementara, bukan membuangnya. Saya janjikan pada diri sendiri, ada saat untuk melepaskan beban itu. Ya, piknik bersama keluarga! Ini yang membuat saya selalu fit dan antusias: karena saya memperlakukan diri proporsional. Imbang.

Setelah dialog kepada diri sendiri saya tempuh, dialog dengan orang-orang yang mendukung pekerjaan kita juga sangat penting. Kepada tim saya selalu sampaikan sesuatu, tidak selalu lugas, supaya mereka support saya. Saya paham, sebagian beban saya bisa diselesaikan berkat bantuan tim.

Selesai? Belum.

Kepada peserta seminar saya mesti tampil jujur. Saya percaya, peserta bisa merasakan kejujuran saya lewat penampilan saya, materi yang saya berikan, dan interaksi yang saya bangun. Bagaimana persisnya? Anda yang sudah ikuti kelas seminar saya tahu bagaimana cara saya menampilkan kejujuran secara halus dan pesannya akan berdampak panjang bagi peserta.

Jika anda ingin tahu bagaimana persisnya melatih dan mengomunikasikan kejujuran kepada diri sendiri, tim, dan klien, anda bisa undang Trainer Motivasi Putera Lengkong sebagai “sparring partner” belajar dan pengembangan diri anda serta tim anda, dengan menghubungi 021-2932-1243 dan 0813-1009-2248, SEKARANG!

Salam Juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *