Koopetisi, Strategi Kompetisi yang Terlupakan

Leadership | Koopetisi, Strategi Kompetisi yang Terlupakan

Marketing, Leader, Leadership, sales, motivasi, motivator, motivator indonesia, training motivasi, menjual, sales training, training sales, sales motivator, motivator sales, sales coach, sales workshop, sales seminar, seminar sales, pembicara sales, pembicara seminar sales, sales trainer, trainer sales, sales mentor, sales business, sales champion, sales gathering, national sales gathering, pembicara national sales gathering, sales training motivator

Sahabat Juara,

Suka-tidak suka, Pilkada adalah pembicaraan yang menarik. Bagi yang tidak suka politik pun, Pilkada tetap harus diketahui. Syukur-syukur dilibati.

Secara khusus, Pilkada DKI Jakarta layak kita cermati. Sebagai leadership coach, saya yang ikut mencoblos di Ibu Kota, mengunduh banyak pelajaran seputar leadership dan salesmanship di pemilihan gubernur yang diikuti tiga pasangan ini: Agus-Sylvi, Basuki-Djarot, dan Anies-Sandi. Begini pembelajaran yang boleh saya rumuskan.

Dari kompetisi ke koopetisi

Satu-satunya pilkada yang pemenangnya ditentukan minimal menangguk suara “50% + 1” adalah Pilkada DKI Jakarta. Daerah lain tidak demikian: siapa pun yang memeroleh suara tertinggi, berapa pun itu, mereka langsung dinyatakan sebagai pemenang.

Secara politik saya tidak tahu apa pertimbangan yang mengkhususkan Pilkada DKI berbeda dari daerah yang lain. Yang terang, ini pembelajaran berharga tentang leadership dan salesmanship.

Bahwa, semula tiga pasangan kandidat yang maju dalam Pilkada DKI Jakarta adalah pesaing satu sama lain. Masing-masing berusaha sekuat tenaga menjadi pemenang. Selain dengan menonjolkan kekuatan diri sendiri, tak jarang di tengah kampanye terlontar ungkapan-ungkapan yang menyerang bahkan merendahkan pesaing lain. Setiap pasangan berjuang untuk kemenangan diri sendiri.

Ketika hasil pemilihan mulai diketahui, wajah persaingan berubah. Dua pasangan unggulan pertama dan kedua tetap bersaing. Sedangkan pasangan yang beroleh suara terkecil jadi tersingkir. Namun, meski tersingkir, suara pemilih mereka tetap layak diperhitungkan. Jika pemilih pasangan nomor 3 ini mengalihkan suaranya ke salah satu pemenang kedua dan ketiga, maka suara itu bisa secara signifikan mendongkrak perolehan suara pasangan calon yang akan maju ke putaran kedua.

Gerakan mencolok yang kemudian dilakukan kedua pasangan adalah mendekati pasangan calon yang kalah dengan harapan pasangan ini mau mengalihkan dukungannya ke kubu mereka. Demikianlah, mereka yang sebelumnya saling serang dan menutup jalan lawan, tiba-tiba saling membuka diri dan berlomba merangkul. Adagium dalam politik kemudian membenarkan, “Tidak ada lawan abadi. Yang ada adalah kepentingan abadi.”

Untuk leadership dan salesmanship

Dalam salesmanship, hal demikian juga terjadi. Sekali tempo, bisa jadi kita berseberangan, bahkan saling memepet di lapangan dengan pesaing. Iklan dipasang besar-besar untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa produk kita lebih baik dari pesaing. Tim distributor kita pun berjibaku untuk memastikan produk kita dipajang lebih depan dan mencolok dibandingkan pesaing. Konsumen pun kita ikat sedemikian rupa supaya mereka loyal dan tak berpaling sedikit pun kepada pesaing. Posisi market leader adalah keutamaan yang membuat kita berjuang sedemikian rupa mengalahkan pesaing. Adakah yang di kemudian hari pesaing itu kemudian melebur menjadi satu dan bekerja untuk satu pihak? Banyak! Merger adalah contoh betapa pesaing bisa tak relevan ketika kepemilikan menyatu.

Demikian juga dalam leadership. Sekali tempo, kita memimpin satu tim berhadapan dengan tim lain. Kita berupaya keras menjadikan tim kita lebih unggul dari tim lain. Tak jarang, untuk membangun tim kita menanamkan jargon-jargon tertentu supaya anggota tim patuh pada kita sebagai pemimpin. Nah, ada-tidak tim sebelah yang direkrut masuk ke tim kita? Bisa jadi jabatan mereka lebih tinggi dari kita, atau bahkan menjadi atasan kita. Bagi anda yang kenal istilah “head hunting”, mekanisme membajak leader sebelah untuk memperkuat leadership untuk tim kita lumrah belaka.

Pertanyaan menggelitiknya adalah bagaimana kita bisa bekerja sama dengan orang atau institusi lain jika sebelumnya kita menyerang mereka? Bagaimana bisa mewujudkan kooperasi jika kompetisi yang kita bangun sebelumnya penuh dengan insinuasi, yakni tuduhan tersembunyi atau sindiran yang mempermalukan? Bagaiman kita bisa bekerja sama sebagai sales dalam satu tim jika sebelumnya kita mematikan gerak mereka demi semata gerak kita bebas?

Semua sangat mungkin. Tim lawan bisa jadi akan menjadi tim teladan jika mereka suatu saat bergabung dengan kita. Tim kita pun suatu saat akan pergi dan bergabung dengan tim pesaing, dan suatu saat kita bertemu sudah dalam level karier yang sejajar.

Maka, dalam hal leadership, adalah sangat dianjurkan bagi seorang leader untuk selalu menunjukkan jiwa kepemimpinannya, ada atau tidak ada pesaing. Lakukan teladan-teladan besar supaya dengan sendiri apa yang dilakukan pesaing lebih kecil dari kita. Sebab, prinsip leadership yang terutama adalah “lakukan yang terbaik sebab berbuat baik itu baik”. Dalam konteks Pilkada, pasangan calon yang dalam putaran pertama berkampanye baik-baik akan mudah mendapatkan kepercayaan dari mereka yang sebelumnya tidak mendukung mereka.

Juga dalam hal salesmanship sangat dianjurkan untuk mengeluarkan jurus-jurus memenangi hati pelanggan tanpa perlu melukai hati pesaing dan hati pelanggan pesaing. Jika sampai itu dilanggar, sungguh amat repot meminta dukungan dari mereka yang sebelumnya kita sakiti. Di Pilkada, mereka yang sebelumnya menyerang pesaing, akan dicibir masyarakat jika dalam putaran kedua merangkul pihak yang sudah dilukainya. Pun akan sulit mengambil hati masyarakat yang sebelumnya kita olok-olok.

Nah, sudahkah anda menjadi leader dan sales yang unggul, yang tahu dan mau mengoptimalkan keunggulan, dan terus belajar menjadi unggul, dengan tetap menghargai pesaing sebagai mitra bertanding yang ampuh?

Untuk menjadikan Putera Lengkong, MBA, Coach Olimpian Emas dan Motivator Para Juara, sebagai “sparring partner” Anda dan organisasi Anda, silahkan langsung menghubungi tim Ekselensi Training Indonesia di 021-2932-1243 dan 0813-1009-2248.

Salam Juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *