Pemimpin Itu Diuji dari Keberaniannya Mengeksekusi

Leadership | Pemimpin Itu Diuji dari Keberaniannya Mengeksekusi

Leadership | Motivator Indonesia | Training Motivasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sahabat Juara,

Apa jadinya jika perusahaan tempat Anda bekerja dipimpin oleh eksekutif yang hanya pintar merencanakan namun lemah dalam eksekusi? Perusahaan tidak akan bergerak ke mana-mana, bahkan mengalami kemunduran. Perencanaan tanpa eksekusi ibarat mimpi dan tak beranjak mewujudkannya.

Kenapa topik ini saya lontarkan? Bukan semata karena di media sedang heboh pernyataan calon pemimpin kota yang bilang lebih-kurang, “Keberhasilan program ini karena perencanaan pemimpin sebelumnya.” Sontak pernyataan itu disambar oleh calon lain yang juga petahana, “Iya, pemimpin sebelumnya yang merencanakan tapi saya yang mengeksekusi.”

Bukan semata karena isu hangat itu, melainkan kontekstual dengan kalender kerja Sahabat Juara. Bahwa menapaki Bulan Oktober, perusahaan biasa mengagendakan rapat kerja tahunan. Selain untuk mengevaluasi kinerja tahun berjalan, juga untuk menyusun perencanaan kerja untuk tahun berikutnya.

Nah, saat mengevaluasi tentu akan terlihat mana perencanaan tahun lalu yang dieksekusi dan tidak, mana yang dieksekusi dan berhasil dan mana yang gagal, siapa mengeksekusi apa, bagaimana cara mengeksekusi, dan… model eksekusi apa yang paling efektif sehingga layak diulang di tahun berikutnya.

Sambil Anda lihat kembali apakah Anda sudah termasuk pemimpin di perusahaan atau organisasi yang berani mengeksekusi, dan rumuskan model eksekusi apa yang paling efektif untuk Anda dan organisasi Anda, saya ajak Anda untuk menengok sebentar model eksekusi yang ditawarkan oleh Franklin Covey dalam bukunya The 4 DX Disciplines of Execution.

Menurutnya, perusahaan atau organisasi yang hebat ditopang oleh budaya eksekusi. Ya, lebih dari sekadar pemimpin yang berani mengeksekusi, menurutnya, perusahaan butuh budaya eksekusi yang diterapkan oleh seluruh anggota perusahaan, baik pemimpin maupun anggota. 4 disiplin itu bisa kita ringkas sebagai berikut.

  1. Fokus pada sasaran paling penting

Covey menyebutnya “wildly important goals” (WIG). Kita tahu, perusahaan atau organisasi yang bagus selalu bekerja atas dasar perencanaan yang bagus. Ternyata itu saja tidak cukup. Pemimpin perusahaan harus lebih berani lagi memfilter, di antara yang bagus itu mana yang paling penting dan mendatangkan kontribusi paling signifikan. Yang tidak lebih berkontribusi harap dipinggirkan atau dikerjakan belakangan.

  1. Bertindak secara terukur

Pemimpin wajib memastikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan memiliki alat ukur untuk mengontrol kemajuan kinerja mereka. Pengukuran bisa dilakukan harian, mingguan, hingga bulanan. Pakai persentase. Dari pelaporan yang terkumpul setiap hari bisa dibaca mana pekerjaan yang menyumbang kontribusi paling besar. Pekerjaan itu yang layak direkomendasikan untuk dilanjutkan keesokan harinya. Sedang yang persentasenya kecil boleh dihentikan. Dengan demikian, perusahaan atau organisasi benar-benar hanya mengerjakan yang terbukti berkontribusi. Pada goals besar.

  1. Gunakan papan skor yang menggugah

Buka pencapaian tim dengan gunakan scoreboard. Pacu semangat kompetisi di antara tim. Fokus dorong tim yang menang supaya anggota tim lain juga terpacu untuk menang. Beri apresiasi kepada tim atau perorangan yang unggul. Mulai dari yang sederhana, yakni ucapan selamat di depan forum, hingga hadiah dengan nilai tertentu. Beri kejutan setelah mereka menyelesaikan pekerjaan, bukan iming-iming di awal.

  1. Ciptakan irama pertanggungjawaban

Meminjam istilah di perpajakan, ajak anggota tim untuk menjalankan sistem self assessment. Laporkan proses pekerjaan setiap periode yang ditentukan: sudah dikerjakan, sedang dikerjakan, dan akan dikerjakan. Cek setiap hari laporan tersebut, dan waspadai kemandekannya. Jika ada pekerjaan yang berhenti di “akan dikerjakan” terus maka pekerjaan itu bisa jadi tidak menjadi prioritas; hentikan. Jika ada yang melaporkan “sedang dikerjakan” tiap hari selama beberapa hari, bisa jadi tim membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Perhatikan apa saja yang tim “sudah dikerjakan”. Semakin banyak dan cepat pekerjaan masuk di kolom ini maka semakin tampak mana yang menghasilkan lebih bagi organisasi.

Bagaimana, sudah menemukan disiplin eksekusi dalam diri Anda, tim Anda, dan perusahaan Anda. “Disciplines improvement” apa yang perlu ditempuh supaya kinerja anda, tim Anda, dan perusahaan Anda di tahun mendatang?

Untuk mengundang Motivator Putera Lengkong sebagai Pembicara Training Leadership di perusahaan Anda, silahkan hubungi 021 2932 1243 atau 0813 1009 2248

Salam Juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *