MENDETEKSI SARACEN DI SEKITAR KITA

Leadership | MENDETEKSI SARACEN DI SEKITAR KITA

Leadership | Training Leadership | Trainer Leadership | Motivator Leadership | Sales | Marketing

Sahabat Juara,

Anda mengikuti berita tentang Saracen? Iya, sekelompok orang yang mengorganisasi isu-isu SARA dan kebencian, yang tarifnya hingga seratusan juta untuk satu proyek. Konon, mereka mengelola 800 ribu akun di media sosial untuk melancarkan kampanye negatifnya.

Ditengarai, mereka tidak sendirian. Ditengarai pula, mereka bekerja juga bukan semata karena motif ekonomi. Ditengarai, ada permainan besar yang mengendalikan mereka.

Ups, sudah! Kita tidak sedang membicarakan Saracen dan analisis-analisis ikutannya. Kita hanya meminjam peristiwa ini untuk menengok diri dan organisasi yang kita pimpin: adakah Saracen seperti mereka? Jika ada, bagaimana mendeteksi dan kemudian mengantisipasinya?

Mari kita lihat kehidupan kita di organisasi dan perusahaan. Adakah orang atau sekelompok orang yang secara sengaja kerap menyebarkan informasi-informasi sampah dan palsu demi memperkeruh situasi atau memecah-belah kekompakan tim?

Oh, ada?

Baik. Kita tidak perlu membedah kasusnya seperti apa. Kita bahas saja bagaimana sebaiknya bersikap, baik sebagai anggota tim maupun sebagai seorang leader.

Pertama, organisasi terhimpun dari beragam manusia dengan beragam karakternya. Semua berhimpun untuk organisasi, untuk kemajuan bersama. Mestinya begitu.

Senyatanya, setiap orang yang berhimpun di organisasi juga berkepentingan untuk berprestasi. Prestasi ditunjukkan supaya layak dipercaya sebagai pemimpin. Tantangannya, bukan ia sendiri yang ingin memimpin. Ada orang lain dalam organisasi yang juga menginginkan itu. Mereka pun berlomba unjuk prestasi.

Pertandingan prestasi secara fair tentu yang diharapkan. Fair berarti terukur sesuai dengan standar yang ditetapkan dan disepakati. Namun, bagaimana jika ada yang ingin menempuh jalan pintas, bahkan jalan sesat?

Sebagai pemimpin, kita mesti bersikap. Jika sudah terjadi, yakni terbukti ada yang gemar menebar kabar bohong demi memuluskan tujuan pribadi, maka orang tersebut wajib ditegur. Beri tahu dia bahwa cara tersebut pasti gagal. Kenapa gagal? Karena, entah jurus yang ia lancarkan berhasil atau tidak, tim akan berantakan. Menang atau kalah menyisakan luka. Kalah berarti ia tersingkir, menang berarti dia akan memimpin api dalam sekam; sewaktu-waktu api itu akan membakarnya kembali.

Jika tak bisa ditegur, turunkan saja! Merujuk pada Saracen, perilaku menebar dusta itu tak terampuni. Semangatnya jelas jahat, yakni menghancurkan. Maka, demi menyelamatkan organisasi dan perusahaan, perusak dipinggirkan.

Sesudahnya, pekerjaan belum selesai, adalah mengantisipasi. Sejatinya, perilaku merusak dalam organisasi bisa dideteksi. Deteksi paling canggih adalah dengan sistem dan data. Biasakan tim bekerja dalam sistem. Biasakan tim melaporkan sesuatu dengan kelengkapan data. Biasakan tim membaca data. Biasakan pula tim mengritisi data.

Dengan pembiasaan seperti itu, mereka akan paham bagaimana berpikir rasional dan konseptual. Mereka juga terlatih bersikap kritis: tanpa data yang akurat tidak akan percaya. Bukankah Saracen menyasar mereka yang malas menelusuri data, enggan mencari tahu sumber, dan ogah berpikir kritis? Mereka tahu kelemahan banyak orang ada di sana: gemar bergunjing, suka rame-rame.

Selain dengan sistem, ini yang tak kalah penting, gunakan pendekatan manusiawi. Sistem bisa membaca data yang tersurat. Namun, ia tidak bisa meraba yang tersirat. Seperti menghadapi kejahatan: reserse baru bisa menangkap orang yang sudah melakukan kejahatan; sedangkan orang yang dicurigai ada tanda-tanda bakal melancarkan kejahatan hanya bisa dicokok oleh intelijen.

Di sinilah peran pendekatan manusiawi. Keberadaan potensi orang-orang yang gemar mengacaukan organisasi bisa dideteksi lewat interaksi personal dengan masing-masing tim. Di luar bahasa verbal yang terjalin, bahasa non-verbal bisa dipakai untuk mencocokkan apakah apa yang dikatakan selaras dengan apa yang dirasakan. Ini persis tantangan pemimpin di era kecanggihan teknologi sekarang.

Berminat menguasai komunikasi verbal non-verbal untuk soliditas tim anda? Undang Motivator Leadership Putera Lengkong sebagai Effective Communication Trainer di perusahaan dengan hubungi nomor 021 2932 1243 atau 0813 1009 2248, sekarang!

Salam Juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *