Orang Sukses Lebih Memerlukan Motivasi

Motivasi | Orang Sukses Lebih Memerlukan Motivasi

Motivasi | Motivator Indonesia | Pembicara Seminar | Leadership

Jika gagal, apa yang perlu kita lakukan? Mencoba lagi? Dengan cara apa? Bagaimana jika gagal lagi? Mencoba lagi? Sampai kapan?

Sebaliknya, jika sudah sukses, apa yang sebaiknya kita lakukan? Puas? Atau meraih sukses lebih tinggi lain? Kalau tidak sesukses sebelumnya bagaimana? Bagaimana kalau cukup sampai di sini?

Sahabat Juara,

Masih saktikah nasihat “kegagalan adalah sukses yang tertunda”? Apakah jika gagal anda sanggup untuk menyadari bahwa sejatinya anda berhasil—hanya saja keberhasilan itu tertunda? Masih yakinkan bahwa ada keberhasilan yang tersedia sesudah kegagalan anda.

Pertanyaan-pertanyaan ini kelihatannya sepele. Iya, sepele bagi anda yang ketika membaca tulisan ini sedang di puncak keberhasilan. Atau, sedikit sepele bagi anda yang perjalanan menuju puncaknya lancar. Anda yakin bahwa puncak keberhasilan itu tinggal di depan mata.

Bagaimana tulisan ini bagi anda yang saat ini sedang tersungkur dalam kegagalan, atau minimal sedang terombang-ambing di pucuk kegagalan? Bisa jadi anda akan mengabaikan tulisan ini. Bahkan, bisa jadi ada di antara anda yang mengumpati tulisan ini sebagai omong kosong.

Atas situasi itu, baik berhasil maupun gagal, saya tak hendak menindihi anda dengan nasihat-nasihat. Sebab, orang sukses sudah tidak butuh nasihat. Sebaliknya, orang gagal juga sedang muak dengan nasihat. Artinya, nasihat itu tidak berguna sama sekali baik bagi anda yang sedang di puncak sukses maupun anda yang sedang di lembah kegagalan.

Lho, bagaimana nasib saya sebagai Motivator Juara? Untuk apa saya hadir jika peran saya tak dibutuhkan? Tidak lebih baikkah saya undur diri saja dari kancah motivasi?

Tidak begitu juga. Peran motivasi tetap diperlukan dalam kondisi apa pun. Ingat bahwa otak kita terbagi atas otak kiri dan kanan, di mana otak kiri adalah otak kritis dan otak kreatif? Artinya, ketika otak kiri sedang bekerja mengritisi, sejatinya otak kanan sedang menerima apa pun yang ia lihat, dengar, dan rasakan, untuk kemudian semua stimulus itu membantunya menemukan kreativitas baru untuk mencapai sesuatu.

Baik, mungkin ada di antara anda yang membantah, untuk apa memotivasi mereka yang sudah sukses? Okelah memotivasi orang yang sedang terjatuh, bisa jadi berharga untuknya membantu bangkit. Bisa jadi motivasi mereka butuhkan untuk menemukan solusi baru atas kebuntuan gagasan dan langkah yang memenjara dirinya.

Sedangkan untuk mereka yang sudah sukses bagaimana? Tidakkah mereka tidak membutuhkan motivasi? Tidak!

Orang-orang sukses, yang sadar betul arti kesuksesan dan bagaimana mereka memperjuangkan kesuksesan itu, tahu betul bagaimana nikmatnya kesuksesan. Mereka juga tahu betapa kesuksesan itu tiada terbatas. Ketika satu sukses tercapai, mereka tahu, ada sukses lebih besar lagi yang bisa dicapai. Begitu terus sampai mereka mencapai tangga tertinggi. Tetap saja tidak ada tangga tertinggi dalam hal kesukssan. Sebab, kesuksesan itu hanya dibatasi oleh keputusan kita untuk mengatakan cukup. Selama belum cukup, ia masih lebih tinggi lagi tempatnya.

Nah, sebagai Motivator Juara, peran saya atau motivator sukses dunia lainnya adalah mendorong orang sukses untuk meraih sukses yang jauh lebih besar dan berharga dari sukses yang sekarang sudah di genggaman tangan. Di sini saya berperan sebagai coach sekaligus.

Pegangan saya, salah satunya, adakah kisah-kisah orang sukses dunia. Kepada klien yang sudah sukses kerap saya ceritakan bagaimana orang-orang hebat dunia tak berhenti pada kesuksesan tertentu melainkan terus bergerak menuju puncak kesuksan tertinggi. Contohnya, saya pernah cerita bagaimana Admiral Robert Peary bisa mencapai kutub utara di pendakian ke delapan. Sebelumnya, selama tujuh kali pendakian ia baru berhasil sampai di pos-pos di bawah. Saat itu ada rasa cukup untuk mencapai pos tertentu tanpa harus mencapai puncak. Apalagi jika mempertimbangkan cuaca, lebih baik pulang hidup daripada terus dan jadi mayat.

Ada banyak kisah lain untuk menunjukkan bagaimana justru orang yang pernah sukses ingin mengulang lagi kesuksesannya, dan terus bergerak ke sukses yang lebih tinggi. Itulah kenapa para pemimpin tertinggi di perusahaan atau instansi besar justru semakin ambisius dalam mencapai gol yang lebih tinggi. Sebab, hanya dengan cara itu ia bisa menunjukkan ke tim di paling bawah betapa sukses itu harus dikejar oleh siapa pun. Teladan, itu kuncinya.

Jika anda ingin tahu bagaimana persisnya memotivasi para karyawan di era disrupsi, anda bisa undang Motivator Motivasi Putera Lengkong sebagai “sparring partner” belajar dan pengembangan diri anda serta tim anda, dengan menghubungi 021-2932-1243 dan 0813-1009-2248, SEKARANG!

Salam Juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *