Otot Juara Itu Bisa Dilatih

Motivasi | Otot Juara Itu Bisa Dilatih

Motivasi | Training Motivasi | Motivator Indonesia

Apakah kebetulan jika Liliana Natsir dan Tontowi Ahmad kembali menjadi juara? Seperti berita yang sudah kita tahu, pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia itu kembali menjadi Juara China Open Super Series 2016? Sebelumnya, di tahun yang sama, mereka meraih emas dalam Olimpiade di Rio? Sebelumnya lagi tiga kali (Hattrick) semua inggris juara (2012-2014), dan tiga kali juara dunia (2005, 2007, 2013).

Pertanyaan itu menggelitik saya. Sebagai coach yang mengantar kedua pasangan itu menjadi juara dunia, dan oleh karenanya saya dijuluki motivator sang juara, saya merasa perlu menanggapi pertanyaan bagus itu.

Di kelas yang saya ampu, saya ada waktu cukup banyak untuk menjelaskan bagaimana juara itu bisa diulang-ulang. Bagian diri yang perlu dilatih namanya otot memori (myelin). Di sini, karena keterbatasan ruang juga, saya akan jelaskan secara sederhana.

Singkatnya, ternyata, keberhasilan manusia tidak hanya ditentukan oleh memori otak (brain memory), melainkan juga oleh memori otot (muscle memory). Keduanya bertalian. Memori otak dibangun dari pengetahuan, sedangkan memori otot dihasilkan dari latihan. Jika keduanya sudah terlatih betul, tak mudah dipilah apakah suatu tindakan ditentukan oleh memori otak semata atau juga oleh memori otot.

Pasangan juara yang sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia itu punya banyak pengetahuan untuk menjadi juara. Sedikit pengetahuan yang sudah mereka punya adalah pengalaman menjadi juara. Otak menyimpan ingatan bagaimana rasanya menjadi juara, juga tahu bagaimana proses menjadi juara tersebut berlangsung. Logika mereka mengatakan, sesuatu yang pernah mereka raih tentu bisa diraih kembali, bahkan dengan cara dan sikap yang lebih mudah dari sebelumnya.

Namun mereka menyadari, pengetahuan saja bisa membiaskan impian mereka. Mereka pasti berhitung, kalau pun pernah menang, lawan tanding yang bakal dihadapi besar kemungkinan berbeda. Setidaknya, suasana pertandingan berpengaruh terhadap “ada yang berbeda”. Dukungan dari pentonton tentu juga beda untuk setiap pertandingan. Cuaca juga tak selalu sama. Artinya, pengetahuan tentang juara itu pun mesti selalu diuji.

Bagaimana cara mengujinya? Tiada lain adalah terus menempa diri dalam latihan-latihan otot sampai dengan mahir. Ya, latihan otot layaknya olah raga itu.

Caranya sederhana. Pertama, visualisasikan kembali suasana ketika anda pernah juara—juara apa pun. Ingat-ingat kembali berapa banyak orang yang menyoraki kehebatanmu, dengarkan kembali suara tepuk tangan penonton, dan rasakan kembali bagaimana anda bangga menerima anugerah itu. Visualisasikan seolah-olah anda ada kembali di sana.

Kedua, putar kembali film anda bagaimana proses menjadi juara tersebut. Ingat-ingat kembali bagaimana anda mengumpan ke lawan, mengembalikan serangan, dan melontarkan serangan tajam. Ajak tangan anda menggerakkan kembali gerak demi gerak saat pertandingan itu. Ajak pula kaki dan seluruh tubuh untuk memeragakan ulang gerakan-gerakan selama pertandingan.

Ketiga, ingat-ingat kembali persiapan apa saja yang sudah anda tempuh sebelum pertandingan  berlangsung? Ada pemanasan? Ada sikap hening sebentar supaya tenang? Ada doa?

Tidak cukup sekali. Ulang sampai anda merasa seolah-olah benar-benar ada di situasi itu kembali. Hadirkan kembali bagaimana rasa juara itu. Ulang kembali gerakan-gerakan menaklukkan lawan saat pertandingan. Lakukan sampai anda merasa tubuh, pikiran, dan jiwa anda menyatu kompak sehingga siap menerima “tugas” menjadi juara kembali.

Sekali lagi, lakukan berulang-ulang sampai otot anda terbiasa dengan jalur menuju kemenangan tersebut. Sebab, menurut para ahli pikiran, sebagaimana saya juga belajar ini, otomatisasi itu membuat gerakan lebih natural dan mantap, fokus lebih sempurna, dan juara hanya merupakan pertanggung jawaban pada otot dan otak yang sudah dilatih.

Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda melatih otot-otot anda sehingga sinkron dengan apa yang dimaui oleh otak, jantung, dan standar nilai yang sudah anda tetapkan? Pastikan bahwa ketika anda sedang bertanding dan mau juara, bisikkan dalam diri sendiri: “Kamu bisa. Kamu tinggal mengulang apa yang sudah terbukti sukses itu.”

Untuk mengundang Trainer Motivasi Putera Lengkong sebagai “sparring partner” belajar dan pengembangan diri anda serta tim anda, anda dapat menghubungi 021-2932-1243 dan 0813-1009-2248, SEKARANG!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *