Sales Sejati Bersahabat dengan Uang

Sales Sejati Bersahabat dengan Uang

Sales | Trainer Sales | Artikel Motivasi Sales | Motivator Indonesia | Training Motivasi

Target, bagi sales, ibarat CEO. Mutlak, tak boleh ditawar.

Namun, bagaimana senyatanya? Tak selalu demikian. Selalu saja ada target yang tak tercapai. Selalu saja ada sales yang abai. Mereka berdalih sedemikian rupa supaya kinerja yang tak mencapai target itu dimaklumi.

Banyak strategi dan tools diciptakan supaya pasti mencapai target. Banyak pelatihan diselenggarakan untuk memacu semangat sales agar menjadikan pencapaian target sebagai tujuan mereka bekerja. Juga, banyak kompetisi sales diselenggarakan demi menciptakan iklim kompetisi.

Nyatanya, tak semua berjalan sesuai rencana. Usai pelatihan, usia semangat sebentar saja. Lepas beberapa bulan kendor lagi, meleset lagi. Usai kompetisi, saat tepuk tangan sudah mereda, dan puja-puji menipis, saat itu pula spirit kompetisi lenyap. Semua kembali ke keadaan semula, yakni tiada sikap spartan dalam mencapai target.

Sebagai salesmanship trainer, yang berpengalaman mengubah performa sales di puluhan perusahaan klien, dan menancapkan sikap permanen bahwa target itu selalu bisa dicapai dengan mudah, saya menemukan, ada akar persoalan yang menjegal sales sehingga terjerembab sebelum mencapai target. Penjegal itu bernama uang.

Sahabat Juara,

Saya telusuri, penggerak atau penghambat pergerakan sales berakar pada uang. Mereka yang gagal mencapai target biasanya bermasalah dengan uang. Sedangkan mereka yang berhasil, mereka umumnya telah melewati fase masalah dengan uang.

Apa masalah utama berkaitan dengan uang itu? Rupanya, sales yang tidak mencapai target memiliki pandangan yang keliru tentang uang. Sebagian dari mereka memiliki keyakinan bahwa uang adalah sumber masalah dan kejahatan. Mereka menyimpan memori buruk tentang hubungan yang dan kejahatan. Di ingatan mereka, uang dekat dengan perampokan, utang, bahkan korupsi.

Akibat pandangan keliru itu, mereka tak bersungguh-sungguh mengejar target. Kenapa? Karena target berarti uang. Dan uang adalah musuh mereka. Atau, setidaknya, mereka tak bersahabat dengan uang.

Mendapati itu, menurut saya, penting bagi pemimpin perusahaan, atau minimal manajer penjualan untuk mendeteksi sedari seleksi karyawan tentang cara pandang dan cara sikap seseorang tentang uang. Jika kurang bersahabat, maka jika diterima bekerja, ubah terlebih dulu paradigma mereka tentang uang:

  1. Uang adalah alat tukar

Pelajaran dasar tentang uang sebaiknya ditekankan. Bahwa untuk hidup, manusia perlu sarana. Sarana itu tak semua dimiliki sendiri. Banyak yang dimiliki pihak lain. Supaya bisa mendapatkannya, diciptakanlah mekanisme bertukar. Semakin modern, pertukaran itu distandarkan dengan satuan yang adil, yakni uang.

Artinya, dalam konteks target penjualan, uang adalah alat tukar atas produk yang dijual. Seringan itu saja. Uang bukan pertukaran dengan harga diri—jika itu yang ditakuti. Uang semata pertukaran ekonomi.

  1. Uang adalah alat ukur

Juga dalam hal kinerja. Ukuran mudah untuk menakar keberhasilan adalah angka. Uang bagian dari angka tersebut. Tanpa angka, sulit untuk menimbang apakah seseorang sudah bekerja sesuai target atau belum. Dengan uang, transparan dan presisi pula pengukurannya.

  1. Uang adalah sarana berbagi kebaikan

Ini yang penting namun kerap diabaikan. Bahwa bekerja tidak untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang lain—banyak orang. Kinerja sales berkontribusi menyejahterakan karyawan bagian administrasi, operasional, hingga bagian umum. Mereka memerlukan uang untuk menukarkannya dengan aneka kebutuhan hidup masing-masing. Artinya, pencapaian target sangat menentukan kesejahteraan mereka semua.

Untuk itu, paradigma sales tentang uang perlu diluruskan. Bahwa sales lebih tinggi derajatnya dari uang, dan bukan menghamba darinya. Meski begitu, sales bermitra dengan uang secara sejajar, tidak lebih rendah. Saleslah yang menguasai dan mengendalikan uang, bukan sebaliknya. Ditarik ke atas, saleslah yang mengendalikan target, bukan sebaliknya. Dengan sikap seperti ini, niscaya, sales lebih menghargai uang sebagai penanda bahwa mereka memang juara. Tepuk tangan CEO untuk sang juara!

Untuk mengundang Putera Lengkong sebagai “sparring partner” belajar dan pengembangan diri anda serta tim anda, anda dapat menghubungi 021-2932-1243 dan 0813-1009-2248, SEKARANG!

Salam Juara!

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *