Self Talk Penghambat Pencapaian Target

Sales | Self Talk Penghambat Pencapaian Target

Sales | Trainer Sales | Motivator Indonesia | Pembicara Seminar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pernahkah anda mengalami ini: saat sudah menetapkan gol, dan yakin mencapainya, anda tidak segera melangkah karena ada sesuatu di dalam diri yang membisiki lain? Ya, semacam self talk.

Sahabat Juara,

Sebagai salesmanship trainer, yang selain punya pengalaman panjang sebagai sales di perusahaan nasional, plus kenyang pula pengalaman sebagai coach dan trainer tentang salesmanship untuk perusahaan-perusahaan besar, saya punya pengalaman tersebut dan kerap pula mendengarkan cerita tentang itu.

Wajar, kata saya. Jangan dilawan, anjur saya. Lalu kepada mereka, dan sekarang kepada anda, saya sampaikan, sebagai sales wajib kita mendengarkan self talk itu. Bukan untuk mematahkan langkah, melainkan justru untuk mematangkan langkah. Tepat, apalagi jika pekerjaan anda berisiko tinggi, tidak hanya bagi diri sendiri namun juga bagi perusahaan tempat bekerja. Salah ambil keputusan bisa berdampak pada kerugian bahkan kebangkrutan perusahaan. Sebaliknya, jika keputusan anda tepat, perusahaan akan untung, dan berdampak pada pembukaan lowongan pekerjaan untuk menambah kapasitas produksi karena permintaan yang juga kemudian membludak.

Terlebih bagi anda pada direktur dan manajer penjualan, saat anda sudah menetapkan gol, dan meyakini bahwa gol itu pasti tercapai, baik anda dan tim anda akan merasakan self talk berikut ini:

#1 Pertimbangkan lagi

Seketika palu keputusan diambil, dan saatnya berpencar, disadari atau tidak, apalagi jika target yang ditetapkan lebih tinggi dan menantang dari sebelumnya, self talk ini hinggap, “Pikirkan sekali lagi sebelum melangkah.”

Lalu, dalam waktu sempit yang tersedia, entah dalam pikiran maupun tindakan, anda masih memikirkan adakah cara lain yang bisa ditempuh selain cara yang sudah diputuskan. Dengan segenap sumber daya yang anda miliki anda mencari cara baru yang anda pikir lebih masuk akal dan lebih rendah risiko.

Tentu, anda yang berorientasi pada target dan seorang sales terbaik, pertimbangan itu anda munculkan lagi demi mendukung pencapaian tujuan yang ditetapkan oleh atasan dan tim. Bukan untuk menghindarinya.

#2 Rasa takut

Pertimbangan di atas bisa tambah panjang ketika ada bisikan ini, “Ada istri dan anak di rumah. Kerja yang aman saja.” Entah bagaimana, salam “dahsyat”, “luar biasa”, atau “pasti bisa” yang tadi berkumandang begitu memekakkan telinga tiba-tiba gembos ketika suara itu muncul.

Ada banyak sekali level ketakutan seseorang. Contoh di atas boleh dibilang ketakutan cukup fundamental. Dan beda orang beda ketakutan fundamentalnya. Faktor lain yang biasanya cukup mendasari ketakutan seseorang adalah takut gagal. Selain dilatari oleh pengalaman pribadi, melihat orang lain pernah gagal bisa membuat seseorang tiba-tiba takut kegagalan menimpa dirinya.

#3 Terhalang rintangan

Setelah menimbang-nimbang kembali, dan menengok ketakutan yang tersimpan di hati, seseorang tak juga bergerak ketika ia masih melihat rintangan yang bakal menghambatnya. Mereka ini sudah selesai dengan gejolak batin dan kenangan buruk di masa lalunya. Trus, kenapa tak juga bergerak? Karena pandangan mereka masih terantuk pada kabut di depan mata. Yang mereka lihat di depan berupa rintangan, tantangan, dan hambatan. Peluang tertutup oleh itu semua.

Nah, jika anda merasa ada self talk seperti itu, atau tim anda yang mengalaminya, segera atasi. Dengarkan self talk tersebut tanpa kemudian berlarut padanya. Lekas temukan arah motivasi yang kembali menggerakkannya. Setelah itu, “benturkan” arah motivasi tersebut dengan self talk mereka. Ajukan pertanyaan sederhana: pilih yang mana? Atau, mau memperjuangkan yang mana? Atau, mana yang lebih membuat keluarga anda bahagia.

Ajukan saja pertanyaan tersebut dan biarkan tim anda menemukan sendiri jawabannya. Atau, ajukan pada diri anda sendiri supaya anda menemukan sendiri apa yang lebih anda maui. Baru, setelah aspek mental ini bersih, dorong diri anda sendiri atau tim dengan strategi mencapai gol yang sudah ditetapkan. Niscaya, dengan begitu, pergerakan menuju gol lebih kuat dan cepat.

Dan, dengan prinsip “controlling”, saat sudah melesat nanti, pada periode tertentu cek lagi apakah self talk serupa masih muncul dan mengurangi percepatan. Jika iya, anda tahu cara terbaik membersihkannya.

Untuk mengundang Putera Lengkong sebagai “sparring partner” belajar dan pengembangan diri anda serta tim anda, anda dapat menghubungi 021-2932-1243 dan 0813-1009-2248, SEKARANG!

Salam Juara!

 

 

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *