THE BEST & PROVEN TIP 1 DARI SANG MOTIVATOR: SAYA

THE BEST & PROVEN TIP 1 DARI SANG MOTIVATOR: SAYA

Motivator | Training Motivasi | Motivator Indonesia | Pembicara SeminarYa, SAYA, bukan KITA, bukan KAMU, bukan ORANG LAIN. Saya yg secara sadar berpikir, saya yg berkata-kata / berucap / memilih kata-kata yg mau saya ucapkan, saya yg melakukan / bertindak, seharusnya sayalah juga yg bertanggung jawab atas hasilnya / pencapaian saya tersebut.

Tetapi seringkali ketika tidak mencapai hasil yg diinginkan, seorang SALES MANAGER mulai menyalahkan atasan yg kurang perhatian, bawahan yg tidak support, rekan kerja yg cuek, situasi kondisi penetrasi pasar yg sulit, daya beli masyarakat melemah, peraturan pemerintah yg tidak kondusif, kompetitor yg menggurita, de-el-el. Ketika seorang SALES selesai bertemu dengan klien, pelanggan, nasabah, seringkali SALES tersebut mengatakan: ”Dasar nasabah bawel! Dasar klien yg tidak tahu aturan! Dasar pelanggan tidak tahu diri, maunya menang sendiri! Gara-gara kamu, saya jadi bete! Gara-gara kamu, mood kerja saya jadi jelek seharian ini!”

Lah, kalau begitu, mood saya, bete saya, perasaan saya, diatur oleh pihak eksternal dong?! ”Kan gara-gara mereka, saya tidak capai target! Gara-gara mereka, saya jadi bete!”

Ketika anda mulai tidak in-control atas diri anda, berarti anda perlahan mulai membiarkan pihak lain yg in-control atas diri anda.

Ketika saya mengambil tanggung jawab bahwa saya yg memilih akan merespon seperti apa terhadap suatu kejadian, saya sadar bahwa saya in-control. Saya yg memilih apakah saya akan marah ATAU sedih ATAU kecewa ATAU mengumpat ATAU menyalahkan orang lain ATAU mencari 1001 alasan ATAU senang ATAU tertawa dan atau-atau lainnya.

Ketika orang menyalip dan menyerobot, saya bisa memilih utk mengumpat, balas mengejar, ATAU berkata: “Barangkali dia lagi kebelet.” “Pendidikannya memang rendah makanya begitulah cara dia menyetir.” “Mungkin ada sanak saudaranya yg lagi emergency.” De-el-el.

Ketika pelanggan, klien, nasabah komplain dan marah-marah, seorang SALES bisa memilih utk membalasnya dengan emosi ATAU mencoba cara / pendekatan yg berbeda ATAU mencari tahu jangan-jangan ada postur, gesture, bahasa tubuh, ucapan yang menantang dan membuat dia marah.

Ketika bangun pagi, saya bisa memilih utk melanjutkan tidur lagi karena ada gambar-gambar, suara-suara, feeling-feeling yg membuat malas dan tidak ter-motivasi berangkat kerja ATAU mengubah dan memilih ‘channel’, image, suara yg membuat saya bersemangat dan ter-motivasi utk berangkat kerja.

Saya menyadari bahwa MOTIVASI datangnya dari apa yg saya ISI-kan di kepala saya setiap harinya, apa yg saya PUTAR, REWIND, FORWARD, REPLAY, TUMPUK di ‘teater’ kepala saya, apa yg saya DENGAR, AMPLIFY / PERKUAT di ‘teater’ kepala saya. Apa yg saya ISI-kan akan mempengaruhi OUTPUT-nya. Jadi kalau mau OUTPUT-nya POSITIF dan BERMANFAAT, yg saya ISI-kan tentunya adalah HAL-HAL yg BERMANFAAT dan ME-MOTIVASI diri saya.

Saya yg bertanggung jawab untuk mengisikan hal-hal bermanfaat dan me-motivasi tsb ke ‘teater’ kepala saya dan itu saya lakukan secara SENGAJA. Ya, secara SENGAJA, karena mood, great feeling, motivasi tidak datang begitu saja. Saya yg harus men-STIMULASI-nya dengan SENGAJA!

Dalam konteks cerita saya sebagai seorang pembicara seminar & trainer / motivator, ketika saya down, yg saya katakan adalah: “Bukankah ini adalah sesuatu yg kamu sukai, PASSION kamu. Kalau kamu menyukainya, kenapa kamu down?” Image yg saya munculkan adalah wajah audience seminar / training yg tersenyum puas dan mengangguk-angguk serta acungan dua jempol. Audio yg saya munculkan adalah tepuk tangan meriah audience seminar / training dan kata-kata: “Luar biasa sekali Pak! MENG-INSPIRASI dan ME-MOTIVASI sekali! WOW!”

Bandingkan kalau image yang saya munculkan adalah bahwa peserta pelatihan / seminar / training akan ‘sulit’, tidak mau mendengarkan, tidak kooperatif, merasa ‘sok pintar’, suara-suara yang terdengar adalah nada ketidakpuasan, sibuk mengobrol sendiri, dering HP, de-el-el.

Kalau begitu Anda tahu sekarang, bahwa Andalah yg bertanggung jawab utk mengisikan hal-hal yg bermanfaat utk mendapatkan output yg bermanfaat pula! Bukan SAYA, KITA, ataupun ORANG LAIN!

Motivator Indonesia terbaik, Trainer Sales terbaik di Indonesia, silahkan hubungi : 0813.1009.2248

About Author

Putera Lengkong

Putera Lengkong adalah seorang Pembicara Seminar, Trainer, Coach, dan Motivator terkemuka di Indonesia. Expert membawakan topik SALES, LEADERSHIP, dan PENGEMBANGAN DIRI untuk ratusan klien NASIONAL dan MULTINASIONAL.

Silahkan tambahkan saya pada lingkaran pertemanan Anda dan jika menyukai artikel-artikel saya, silahkan +1, Share, Like, and Rate it.

<a href="https://plus.google.com/101611825522671223545?rel=author">Google+</a>

Related Posts

Comments

  1. Mas rahmatsyofianto,dan teman2 saeilakn,kita tidak boleh pesimis kata2yang mas tulis sudah menunjukan kepesimisan dan kepesimisan menjadikan kita berada di pihak losser,saya hanya ingin bilang bahwa setiap orang diciptakan tuhan dengan potensinya masing2 yang menjadikan kita menang atau tidak adalah usaha kita jadi kalau mas atau teman2 merasa sulit tuk jd winner,coba terus jgn menyerah,kt bs belajar dari thomas A.Edison yg tetap konsisten meski bnyk mengalmi kegagalan,jd mari kita terus berusaha tuk jd winner bersama-sama,krn saya jg sedang blajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *